Selamat Datang di Blog Pemula " Pengunjung yang baik selalu meninggalkan komentar"

Beranda

Play In Your Winamp

Jumat, 08 Juli 2011

Sejarah Singkat Kecamatan Marioriawa Soppeng

Mario Riawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Indonesia. Kecamatan Mario Riawa adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Soppeng, yang dahulunya merupakan sebuah kerajaan mandiri dan berdiri sendiri dalam naungan konfaderasi kerajaan Watan Soppeng (soppeng). Walaupun Marioriawa berada dalam naungan Konfaderasi Watan Soppeng. Pada Masa pemerintahan La Pawiseang Datu Soppeng VII, Marioriawa keluar dari Konfaderasi tersebut dan Marioriawa bergabung ke dalam Konfaderasi Kerajaan Wajo pada saat itu di pimpin oleh Arung Matoa Wajo Lataddampare. Marioriawa pada masa itu diperintah oleh Lapaiyo Datu Marioriawa dan beliau meninggal di Lagosi daerah kerajaan Wajo, sehingga Lapaiyo diberi gelar anumerta yaitu Lapaiyo Datu Marioriawa Matinroe Ri Lagosi, Kerajaan Mario Riawa terdiri dari tiga Pabbicara dan satu Sullewatang, yakni Pabbicara Manorang Salo, Pabbicara Attang Salo, Pabbicara Bulue dan Sullewatang Padali. masing-masing Pabbicara terdiri dari beberapa Matoa. di Bulue terdapat Matoa Panci, Galungkalungnge. Di Manorang Salo terdapat Matoa Welongnge dan Matoa Tanete. Di Antang Salo terdapat Matoa Lompoe, Matoa Kaca dan Matoa Bunne. Sedangkan Sullewatang Padali tidak mepunyai Matoa karena posisinya seperti Datu Mario Riawa walaupun statusnya di wilayahnya sama dengan Pabbicara (istilah sekarngnya walikota Administratif). Datu Terahir di Marioriawa adalah Datu Mappejanci (Andi Mapejanci-raja soppeng sekarang - 2009), Pabbicara terakhir di Attang Salo adalah La Pariwusi (Andi Pariwusi Daeng Mapadeng Pabbicara Attang Salo. Matoa terakhir di Lompoe adalah Andi Wakka daeng Mawakka.
Setelah Terbentuknya Kerajaan Soppeng menjadi Kabupaten Soppeng, maka Status Kerajaan marioriwa-pun ikut berubah menjadi Kecamatan Marioriawa, masuk dalam administrasi kabupaten soppeng, adapun Pabbicara berubah menjadi Kelurahan dan Desa, dan seiring dengan adanya pemekaran maka kelurahan dan desapun bertambah sebagai berikut, Kelurahan Manorang Salo, Kelurahan Attang Salo, kelurahan Batu-Batu, Kelurahan Kaca, Kelurahan Limpongmajang, Desa Bulue, Desa Laringgi, Desa Panincong, dan Desa Patampanua, dan Desa Tellu Limpoe.

PENINGGALAN SEJARAH
Ada beberapa situs yang terdapat di Kecamatan Marioriawa, diantaranya Komplek Pekuburan raja Marioriawa dan Bangsawan lainnya di Jerak'e Madining Kelurahan Attang Salo, Komplek Komplek Pekuburan raja Marioriawa dan Bangsawan lainnya di Jerak'e Panci Desa BuluE.

Disamping Situs-sitis ada beberapa obyek wisata diantaranya, Pemandangan alam Danau Tempe dengan beberapa aktraksi lomba Perahu yang disebut Maccerak Tappareng di Kelurahan Limpong Majang, Kelurahan Kaca dan Desa Patampanua. Attaraksi Mappadendang dan Mattojang dalam rangka pesta Panen Raya hampir di semua Kelurahan dan Desa. Komplek Rumah Adat "Sao Mario" di Kelurahan Manorang Salo serta Permandian Air Panas Lejja di Desa BuluE.

sumber : Wikipedia

3 komentar:

Abdul Gani mengatakan...

Aga kareba daeng? :)
wah...wah.. saya jadi ingat teman sekolah saya dulu, sebenarnya namanya bagus, dia dari Soppeng ke batulicin, di batulicin dia dipanggil Sopeng, hehee... :))

Blog Pemula mengatakan...

wah kedatatangan tamu agung nih :)
sedia sop fanning...hehehheeh

kabar baikji daeng, makin sibukka di kantor nda pernahka lg update blog ku :(

Faris jumawan mengatakan...

mungkin saya butuh bantuannya sobat untuk menggali history kampung "netue"
berhubung penelitian saya studi kasusnya di daerah sana.

Posting Komentar

 
Powered by Blogger